Tradisi Yang Masih Lestari Sebar Apem dan Pagelaran Wayang Kulit Bulurejo
Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, kembali menggelar tradisi Sebar Apem dan Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung meriah pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 1950-an ini menjadi salah satu warisan budaya masyarakat yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur dan penyambutan Tahun Baru Islam.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sejak awal kegiatan. Warga dari berbagai wilayah memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian tradisi Sebar Apem hingga Pagelaran Wayang Kulit yang menjadi puncak acara. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Hamenang Wajar Ismoyo selaku Bupati Klaten. Kehadiran beliau menambah semarak acara, terlebih saat beliau turut menyebarkan apem bersama masyarakat. Partisipasi tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten terhadap pelestarian tradisi dan budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.

Tradisi Sebar Apem memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat. Selain menjadi simbol rasa syukur atas limpahan nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan harapan akan keberkahan bagi seluruh warga. Apem yang disebarkan kepada masyarakat menjadi simbol doa dan harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberlimpahan rezeki.
Sementara itu, Pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan pada malam harinya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga warisan budaya adiluhung Jawa. Melalui seni pertunjukan wayang, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga dapat mengambil nilai-nilai kehidupan, keteladanan, serta pesan moral yang terkandung dalam setiap lakon yang dibawakan.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sepanjang rute kirab yang mencapai sekitar 800 meter pulang-pergi, berjejer berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan acara. Beragam produk kuliner, makanan tradisional, hingga aneka kebutuhan masyarakat ditawarkan kepada para pengunjung yang hadir.
Dengan terus dilaksanakannya tradisi Sebar Apem dan Pagelaran Wayang Kulit, diharapkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong dapat terus diwariskan kepada generasi penerus. Tradisi yang telah bertahan selama puluhan tahun ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Bulurejo serta Kabupaten Klaten secara keseluruhan.
What's Your Reaction?




