Koordinasi dalam rangka mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Juwiring
Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, Kecamatan Juwiring melaksanakan kegiatan Koordinasi dalam rangka mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Juwiring yang bertempat di wilayah Kecamatan Juwiring. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kondisi banjir yang kerap terjadi di beberapa desa akibat luapan sungai, pendangkalan aliran, kerusakan talud, serta tingginya debit air saat musim hujan. Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menghimpun data lapangan, serta merumuskan langkah penanganan yang terpadu dan berkelanjutan. Melalui forum ini, Kecamatan Juwiring berupaya memperkuat sinergi lintas sektor agar penanganan banjir tidak bersifat parsial, melainkan terencana, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi jangka pendek maupun jangka panjang demi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas sosial ekonomi.

Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Kapolsek Juwiring, Danramil Juwiring, unsur struktural Kecamatan Juwiring, Pendamping Desa/Pendamping Lokal Desa (PD/PLD), para Kepala Desa se-Kecamatan Juwiring, serta Relawan Ring Satu. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun koordinasi yang kuat, mengingat permasalahan banjir merupakan isu lintas kewenangan yang membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, instansi teknis, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta partisipasi aktif masyarakat dan relawan di lapangan.

Dalam forum koordinasi tersebut, masing-masing desa menyampaikan kondisi dan penyebab banjir di wilayahnya, seperti pendangkalan sungai, bangunan warga yang berada di bantaran sungai, pertemuan beberapa aliran sungai, hingga kerusakan tanggul dan talud. Menanggapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Klaten menekankan pentingnya penanganan kolaboratif melalui pengajuan surat permohonan resmi, pelaksanaan gotong royong, serta dukungan logistik dan bahan bajiran. Sementara itu, pihak BBWS dan Dinas SDA menyampaikan rencana tindak lanjut berupa normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, pembangunan atau identifikasi embung, serta penguatan koordinasi terkait perizinan dan penataan sempadan sungai agar tidak menimbulkan risiko banjir di masa mendatang.

Melalui kegiatan koordinasi ini, Kecamatan Juwiring berharap dapat terbangun langkah penanganan banjir yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip gotong royong serta kepedulian bersama. Pemerintah kecamatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap tindak lanjut hasil koordinasi yang telah disepakati. Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan upaya identifikasi dan penanganan permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Juwiring dapat berjalan efektif, sehingga mampu mengurangi risiko bencana, melindungi masyarakat, serta menjaga keberlangsungan lingkungan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Juwiring.
What's Your Reaction?




